Sains Menyenangkan di Laboratorium di MAN Sibolga

Sibolga (Humas) – Suasana berbeda tampak di Laboratorium Kimia MAN Sibolga pada Kamis, 7 Agustus 2025. Kelas XII B yang biasanya mengikuti pembelajaran teori kini diajak melakukan eksperimen langsung yang tidak biasa: menyalakan lampu LED dari buah jeruk.

Sibolga (Humas) – Suasana berbeda tampak di Laboratorium Kimia MAN Sibolga pada Kamis, 7 Agustus 2025. Kelas XII B yang biasanya mengikuti pembelajaran teori kini diajak melakukan eksperimen langsung yang tidak biasa: menyalakan lampu LED dari buah jeruk. Kegiatan ini merupakan bagian dari praktikum mata pelajaran Kimia dengan bimbingan guru pengampu, Nursaniah Gultom.
Eksperimen yang dikenal dengan nama “Lampu dari Jeruk” ini bertujuan untuk mengenalkan siswa pada prinsip dasar reaksi elektrokimia. Dengan menggunakan jeruk sebagai sumber elektrolit, serta logam seng dan tembaga sebagai elektroda, siswa mencoba menghasilkan arus listrik yang cukup untuk menyalakan lampu LED kecil.
“Melalui praktikum ini, siswa bisa langsung melihat bagaimana reaksi kimia menghasilkan energi listrik. Mereka jadi lebih mudah memahami konsep yang selama ini hanya ada di buku,” ujar Nursaniah Gultom di sela-sela kegiatan. Ia menambahkan bahwa pembelajaran kontekstual semacam ini mampu meningkatkan antusiasme dan keaktifan siswa di kelas.
Para siswa tampak antusias mencoba berbagai kombinasi jeruk dan rangkaian kabel untuk menghasilkan cahaya yang stabil dari lampu LED. Mereka bekerja dalam kelompok kecil, mengukur, mencatat, dan mendiskusikan hasil yang didapat. Beberapa siswa bahkan bereksperimen dengan menyusun jeruk dalam rangkaian seri untuk meningkatkan daya
“Awalnya saya tidak percaya jeruk bisa menyalakan lampu. Tapi ternyata benar-benar menyala. Seru banget belajar sains begini,” ujar Umair, salah satu siswa kelas XII B dengan mata berbinar.
Kegiatan praktikum ini tidak hanya bertujuan memahami konsep reaksi redoks dan sumber energi alternatif, tetapi juga membangun kreativitas, kerja sama, dan semangat eksplorasi ilmiah di kalangan siswa. Guru berperan sebagai fasilitator, sementara siswa menjadi pelaku utama pembelajaran.
Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pembelajaran berbasis eksperimen harus terus dikembangkan karena sangat efektif untuk mengasah daya nalar dan keterampilan abad 21. “Kami mendorong setiap guru untuk memanfaatkan laboratorium dan sumber belajar di madrasah semaksimal mungkin. Ketika siswa aktif mencoba dan menemukan sendiri, pembelajaran menjadi lebih bermakna,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata dari penguatan pembelajaran berbasis sains di MAN Sibolga. Laboratorium kimia yang dilengkapi dengan berbagai alat praktik dimanfaatkan secara maksimal agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan secara nyata.
Dengan selesainya praktikum ini, siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang konsep dasar elektrokimia, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan dan memotivasi mereka untuk terus bereksplorasi dalam dunia sains. (IMS)

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT