Sains dan Nilai Kehidupan, MAN Sibolga Tanamkan Ilmu Lewat Praktik Kimia

Sibolga (Humas) — Dalam upaya meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep kimia yang aplikatif, siswa MAN Sibolga melaksanakan praktik identifikasi senyawa hidrokarbon dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan di laboratorium kimia madrasah pada Kamis (13/11/2025) di bawah bimbingan guru mata pelajaran Kimia, Nursaniah Gultom.

Sains dan Nilai Kehidupan, MAN Sibolga Tanamkan Ilmu Lewat Praktik Kimia

Murid MAN Sibolga Saat Praktek Kimia Senyawa HidrokarbonMurid MAN Sibolga Saat Praktek Kimia Senyawa Hidrokarbon


Sibolga (Humas)  — Dalam upaya meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep kimia yang aplikatif, siswa MAN Sibolga melaksanakan praktik identifikasi senyawa hidrokarbon dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan di laboratorium kimia madrasah pada Kamis (13/11/2025) di bawah bimbingan guru mata pelajaran Kimia, Nursaniah Gultom.

Kegiatan praktik ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) yang diterapkan di MAN Sibolga, sebagai wujud dukungan terhadap program Kementerian Agama Republik Indonesia dalam mengembangkan Madrasah Riset dan Madrasah Digital.

Dalam praktik tersebut, siswa melakukan pengamatan dan analisis terhadap beberapa bahan seperti gula (sukrosa, C₁₂H₂₂O₁₁), tepung (amilum, (C₆H₁₀O₅)ₙ), dan garam (natrium klorida, NaCl) untuk mengidentifikasi keberadaan unsur karbon (C) dan hidrogen (H) sebagai komponen utama senyawa hidrokarbon.

Nursaniah menjelaskan bahwa senyawa hidrokarbon merupakan senyawa kimia yang terdiri atas unsur karbon dan hidrogen, yang menjadi dasar bagi banyak senyawa organik di kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan praktik ini, siswa tidak hanya memahami teori tentang hidrokarbon, tetapi juga dapat melihat keterkaitannya dengan bahan-bahan yang sering mereka jumpai di rumah, seperti gula, tepung, dan garam. Inilah esensi pembelajaran kontekstual yang kami terapkan di madrasah,” ujar Saniah saat mendampingi praktik.

Dalam hasil pengamatan, siswa menemukan bahwa gula dan tepung merupakan turunan senyawa hidrokarbon, karena selain mengandung karbon dan hidrogen, keduanya juga memiliki unsur oksigen (O). Sementara itu, garam tidak termasuk dalam kelompok hidrokarbon karena tidak mengandung unsur karbon maupun hidrogen.

Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan praktik yang memadukan teori, eksperimen, dan aplikasi kehidupan nyata.

“Pembelajaran sains di madrasah tidak hanya berorientasi pada konsep, tetapi juga pada penerapan. Siswa dilatih berpikir kritis, meneliti, dan memahami manfaat ilmu pengetahuan bagi kehidupan. Inilah bentuk nyata dari madrasah yang berdaya saing dan berorientasi pada penguatan literasi sains,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat riset di kalangan siswa madrasah.

“Eksperimen sederhana seperti ini melatih siswa berpikir ilmiah, bekerja sama, dan mengaitkan ilmu dengan nilai-nilai kehidupan. Mereka belajar bahwa kimia bukan sekadar rumus, tapi juga bagian dari kebijaksanaan memahami ciptaan Allah,” tambahnya.

Kegiatan praktik berjalan dengan tertib dan penuh antusias. Siswa bekerja dalam kelompok kecil, mencatat hasil pengamatan, dan mendiskusikan hasil identifikasi di bawah bimbingan guru. Pendekatan kolaboratif ini mendorong kemampuan komunikasi ilmiah dan kerja sama antarpeserta didik.

Wakil Kepala Bidang Akademik, Azwan Amin, menilai kegiatan praktik sains seperti ini sejalan dengan arah penguatan kurikulum madrasah berbasis kompetensi abad 21.

“Madrasah harus menjadi ruang belajar yang hidup dan kontekstual. Dengan praktik seperti ini, siswa tidak hanya menguasai teori, tapi juga belajar menganalisis, mengobservasi, dan menyimpulkan hasil eksperimen secara ilmiah,” tuturnya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi refleksi di mana siswa menyimpulkan bahwa hidrokarbon berperan penting dalam kehidupan manusia, mulai dari bahan makanan, energi, hingga industri. Mereka juga menyadari bahwa pengetahuan kimia dapat digunakan untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Melalui kegiatan praktik ini, MAN Sibolga menegaskan komitmennya dalam mendukung pembelajaran aktif, riset berbasis sains, dan digitalisasi madrasah sebagaimana diarahkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Pembelajaran yang kontekstual dan berorientasi pada kehidupan nyata seperti ini menjadi langkah nyata MAN Sibolga dalam membentuk generasi madrasah yang ilmiah, religius, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi. (IMS)

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT