PPDB Berlanjunt,MAN Sibolga Uji Kemampuan Keagamaan Siswa
Setelah sukses melaksanakan tes akademik sehari sebelumnya, Madrasah Aliyah Negeri Sibolga kembali menggelar tahapan lanjutan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2025/2026.
Sibolga (Humas) - Setelah sukses melaksanakan tes akademik sehari sebelumnya, Madrasah Aliyah Negeri Sibolga kembali menggelar tahapan lanjutan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2025/2026. Pada Kamis, 22 Mei 2025, para peserta mengikuti tes keagamaan, sebuah tahapan penting yang menjadi ciri khas dan keunggulan proses seleksi di madrasah.
Tes keagamaan ini dilaksanakan secara langsung dan bertatap muka, dengan pengujian oleh guru-guru bidang studi keagamaan. Materi tes mencakup beberapa aspek fundamental dalam ajaran Islam, yaitu kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an, praktik shalat, serta tata cara bersuci (thaharah). Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga siang hari di beberapa ruang kelas yang telah ditata menjadi pos-pos pengujian.
Setiap peserta diuji satu per satu secara lisan dan praktik. Pada pos pertama, peserta diminta membaca ayat-ayat pendek dari Al-Qur’an serta menuliskan potongan ayat sebagai bentuk pengukuran kemampuan dasar baca tulis Qur’an. Di pos kedua, peserta diminta mempraktikkan gerakan dan bacaan shalat wajib, serta menjawab pertanyaan seputar rukun dan syarat sahnya. Sementara di pos ketiga, peserta diuji pemahamannya tentang bersuci, mulai dari wudhu hingga mandi wajib, termasuk simulasi praktik yang benar.
Wakil Kepala Madrasah bidang kurikulum, Azwan Amin, menyampaikan bahwa tes keagamaan merupakan bagian tak terpisahkan dari seleksi masuk MAN Sibolga. “Kami tidak hanya mencari siswa yang cerdas secara akademik, tapi juga mereka yang siap dibina dalam aspek keislaman. Ini penting sebagai pondasi karakter di madrasah,” ujarnya.
Pelaksanaan tes berlangsung tertib dan penuh suasana religius. Para guru penguji pun tampak sabar dan komunikatif dalam membimbing peserta yang mungkin gugup atau kurang lancar. Tujuan dari tes ini bukan hanya menyaring, tetapi juga memberikan gambaran awal sejauh mana kemampuan keagamaan calon siswa yang nantinya akan menjadi bahan pembinaan lanjutan di awal tahun pelajaran.
Banyak peserta yang menunjukkan kemampuan baik, khususnya dalam hafalan surah-surah pendek dan kelancaran membaca Al-Qur’an. Namun, tidak sedikit pula yang masih perlu dibimbing, terutama dalam praktik ibadah dan pengetahuan thaharah. Semua penilaian dilakukan dengan objektif dan menggunakan instrumen yang telah disiapkan oleh panitia PPDB.
Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati, dalam keterangannya menyampaikan bahwa proses seleksi ini mencerminkan identitas madrasah sebagai lembaga pendidikan yang menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan umum dan pendidikan keislaman. “Melalui seleksi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap siswa yang diterima di MAN Sibolga siap menerima dan menjalani pendidikan madrasah yang menyeluruh, baik intelektual maupun spiritual,” katanya.
Tahapan PPDB akan dilanjutkan dengan verifikasi berkas dan pengolahan nilai gabungan antara tes akademik dan tes keagamaan. Dengan berakhirnya rangkaian tes ini, MAN Sibolga menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga kuat dalam pemahaman dan pengamalan ajaran Islam. PPDB bukan sekadar seleksi, tetapi langkah awal membentuk insan berkarakter Islami di lingkungan madrasah. (IMS)