Dahler Siregar Saat Jadi Pembina Pada Upacara Hari Lahir PancasilaSibolga (Humas) – Peringatan Hari Lahir Pancasila di Madrasah Aliyah Negeri Sibolga tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial melalui pelaksanaan upacara bendera, tetapi juga dimaknai sebagai ruang pembelajaran untuk memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, dan nilai-nilai moderasi beragama bagi seluruh peserta didik. Upacara yang dilaksanakan sesuai pedoman peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 tersebut diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa MAN Sibolga. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Urusan Tata Usaha MAN Sibolga, Dahler Siregar, yang membacakan amanat resmi peringatan Hari Lahir Pancasila.
Dalam amanat yang dibacakan, ditegaskan bahwa Pancasila harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh generasi muda sebagai penjaga masa depan bangsa. Nilai-nilai persatuan, kemanusiaan, keadilan, dan penghormatan terhadap keberagaman harus menjadi bagian dari karakter yang tumbuh dalam diri setiap anak bangsa. Amanat tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga harmoni sosial, memperkuat persatuan, dan menolak berbagai bentuk intoleransi yang dapat mengganggu keutuhan bangsa. Bagi MAN Sibolga, Hari Lahir Pancasila memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mengenang sejarah lahirnya dasar negara. Momentum ini menjadi bagian dari proses pendidikan yang bertujuan membentuk peserta didik menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesadaran kebangsaan yang kokoh.
Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati, menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila sesungguhnya telah menjadi bagian dari kehidupan madrasah sehari-hari melalui berbagai program pembelajaran maupun pembiasaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. “Sebagai lembaga pendidikan, MAN Sibolga memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik. Pancasila tidak hanya dipelajari dalam buku pelajaran, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan budaya belajar siswa sehari-hari. Karena itu, Hari Lahir Pancasila menjadi momentum yang sangat penting untuk menguatkan kembali nilai-nilai tersebut,” ujarnya.
Menurut Nurul, pendidikan di madrasah memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang mampu menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial. Oleh sebab itu, penguatan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. “Kami ingin siswa MAN Sibolga tumbuh menjadi generasi yang religius, berakhlak mulia, menghargai perbedaan, memiliki kepedulian sosial, dan cinta tanah air. Nilai-nilai itulah yang sesungguhnya terkandung dalam Pancasila dan sejalan dengan tujuan pendidikan madrasah,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa berbagai program yang dilaksanakan MAN Sibolga selama ini, mulai dari pembiasaan keagamaan, kegiatan sosial, gotong royong, penguatan moderasi beragama, hingga berbagai aktivitas organisasi siswa, merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Dahler Siregar menyampaikan bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga bagaimana menjaga identitas kebangsaan di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial. “Karena itu madrasah harus menjadi tempat yang mampu melahirkan generasi yang memiliki prinsip, karakter, dan rasa cinta terhadap bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” katanya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila di MAN Sibolga juga sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama yang menempatkan penguatan karakter, moderasi beragama, dan pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian penting dalam transformasi pendidikan madrasah. Melalui pendekatan tersebut, madrasah tidak hanya berperan sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter dan peradaban. Dengan semangat Hari Lahir Pancasila, MAN Sibolga terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berdampak bagi peserta didik. Melalui pembelajaran yang berorientasi pada nilai, karakter, dan kebangsaan, madrasah berharap mampu melahirkan generasi yang unggul, berintegritas, serta siap menjadi bagian dari pembangunan bangsa di masa depan.
Bagi MAN Sibolga, Pancasila bukan sekadar teks yang dibacakan saat upacara, melainkan nilai yang harus hidup dalam setiap proses pendidikan. Dari ruang kelas, lingkungan madrasah, hingga kehidupan bermasyarakat, nilai-nilai Pancasila diharapkan terus tumbuh dan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi Indonesia yang berilmu, berakhlak, dan cinta tanah air. (IMS)










Suara Tamu
Tinggalkan Komentar