MAN Sibolga Jadi Pilot Project Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia

Sibolga (Humas) — MAN Sibolga mengikuti Grand Launching Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang dilaksanakan secara hybrid. Kegiatan tersebut diikuti MAN Sibolga bersama perwakilan dari Kodim 0211/Tapanuli Tengah melalui Zoom Meeting yang dipusatkan di Ruangan MAN Sibolga. Keterlibatan MAN Sibolga dalam kegiatan tersebut memiliki arti khusus karena madrasah ini ditunjuk sebagai pilot project pelaksanaan ekstrakurikuler Korps Kadet Rep

MAN Sibolga Jadi Pilot Project Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia
Sibolga (Humas) — MAN Sibolga mengikuti Grand Launching Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang dilaksanakan secara hybrid. Kegiatan tersebut diikuti MAN Sibolga bersama perwakilan dari Kodim 0211/Tapanuli Tengah melalui Zoom Meeting yang dipusatkan di Ruangan MAN Sibolga. Keterlibatan MAN Sibolga dalam kegiatan tersebut memiliki arti khusus karena madrasah ini ditunjuk sebagai pilot project pelaksanaan ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia di Kota Sibolga. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan mengembangkan kegiatan pembinaan peserta didik yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pembentukan kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, serta karakter kebangsaan.

Grand launching yang digelar secara hybrid memungkinkan satuan pendidikan mengikuti rangkaian kegiatan secara serentak melalui jaringan daring. Di MAN Sibolga, kegiatan berlangsung dengan melibatkan unsur madrasah dan perwakilan Kodim 0211/Tapanuli Tengah. Kehadiran unsur TNI dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan adanya sinergi antara lingkungan pendidikan dan unsur pembina dalam mendukung pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik. Bagi MAN Sibolga, penunjukan sebagai pilot project menjadi kesempatan untuk mengembangkan pola pembinaan peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler yang terarah. Ekstrakurikuler tidak ditempatkan sekadar sebagai kegiatan tambahan di luar pembelajaran, tetapi menjadi salah satu ruang pendidikan yang dapat memperkuat pengalaman belajar peserta didik melalui praktik kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, kepedulian, serta tanggung jawab.

Kegiatan Korps Kadet juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar dalam situasi yang berbeda dari pembelajaran di dalam kelas. Nilai-nilai seperti ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, kemampuan bekerja dalam kelompok, keberanian mengambil tanggung jawab, dan kemampuan menjalankan tugas secara teratur merupakan pengalaman yang dapat melengkapi proses pendidikan peserta didik di madrasah. Kepala MAN Sibolga Nurul Oktaviana Mekawati menempatkan penunjukan MAN Sibolga sebagai pilot project sebagai bagian dari kepercayaan sekaligus tanggung jawab madrasah dalam mengembangkan kegiatan pembinaan peserta didik. Menurutnya, pengembangan ekstrakurikuler perlu diarahkan agar memberikan pengalaman yang bermakna dan mendukung pembentukan karakter peserta didik secara seimbang.

Bagi madrasah, pendidikan karakter tidak hanya berlangsung melalui materi pembelajaran di kelas. Sikap disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, dan kerja sama justru banyak terbentuk ketika peserta didik terlibat langsung dalam aktivitas bersama. Karena itu, pengembangan kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu membentuk peserta didik secara utuh. Penunjukan MAN Sibolga sebagai pilot project juga membuka ruang bagi madrasah untuk membangun pengalaman baru dalam pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler. Pelaksanaannya ke depan membutuhkan pembinaan yang terencana, pendampingan yang berkelanjutan, serta koordinasi antara madrasah dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan Korps Kadet Republik Indonesia.

Kepala MAN Sibolga Nurul Oktaviana Mekawati menyampaikan bahwa penunjukan MAN Sibolga sebagai pilot project Korps Kadet Republik Indonesia di Kota Sibolga merupakan sebuah kepercayaan yang akan ditindaklanjuti dengan pembinaan secara serius dan terarah. “Bagi MAN Sibolga, penunjukan sebagai pilot project Korps Kadet Republik Indonesia merupakan sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab. Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi ekstrakurikuler, tetapi menjadi ruang pembinaan peserta didik untuk belajar disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, memiliki jiwa kepemimpinan, dan mencintai bangsa serta negara,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler memiliki posisi penting dalam melengkapi proses pendidikan di madrasah. Peserta didik tidak hanya membutuhkan pembelajaran akademik, tetapi juga membutuhkan pengalaman yang dapat membentuk sikap dan keterampilan dalam kehidupan nyata. “Pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Melalui kegiatan seperti Korps Kadet, peserta didik mendapatkan pengalaman untuk belajar mematuhi aturan, menghargai waktu, bekerja dalam tim, menjalankan tanggung jawab, dan belajar menjadi pemimpin. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk mendukung pembentukan pribadi peserta didik yang utuh,” katanya.

Nurul menambahkan, MAN Sibolga siap membangun koordinasi dan sinergi dengan pihak terkait, termasuk Kodim 0211/Tapanuli Tengah, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan secara terarah dan sesuai dengan tujuan pembinaan peserta didik. “Kami tentu membutuhkan kolaborasi dan pendampingan dari berbagai pihak agar program ini dapat berjalan dengan baik. Kami berharap Korps Kadet di MAN Sibolga nantinya dapat menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang memberikan pengalaman positif bagi peserta didik sekaligus menjadi contoh pengembangan kegiatan ekstrakurikuler di madrasah,” tuturnya.

Kehadiran perwakilan Kodim 0211/Tapanuli Tengah dalam pelaksanaan grand launching di MAN Sibolga turut memperkuat semangat kolaborasi dalam pembinaan generasi muda. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam mengembangkan kegiatan Korps Kadet agar dapat berjalan secara terarah dan memberikan pengalaman pendidikan yang positif bagi peserta didik. Sebagai madrasah yang ditunjuk sebagai pilot project di Kota Sibolga, MAN Sibolga selanjutnya memiliki ruang untuk mengembangkan pelaksanaan kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Pengalaman yang dibangun sejak tahap awal diharapkan dapat menjadi bagian dari proses penguatan kegiatan ekstrakurikuler sekaligus memperkaya model pembinaan peserta didik di lingkungan madrasah.

Grand launching ini dengan demikian bukan sekadar penanda dimulainya sebuah kegiatan ekstrakurikuler. Bagi MAN Sibolga, momentum tersebut menjadi awal dari tanggung jawab untuk menghadirkan pembinaan yang mampu memadukan kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, dan karakter kebangsaan dengan proses pendidikan di madrasah. Melalui penunjukan sebagai pilot project Korps Kadet Republik Indonesia, MAN Sibolga terus memperkuat perannya sebagai madrasah yang membuka ruang bagi peserta didik untuk tumbuh melalui berbagai pengalaman pendidikan. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu bagian dari ikhtiar madrasah dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan, tanggung jawab, dan kesiapan untuk berkontribusi di tengah masyarakat. (IMS)

Suara Tamu

Tinggalkan Komentar
LINK TERKAIT