MAN Sibolga Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta, Deep Learning, dan Koding

Sibolga (Humas) — Madrasah Aliyah Negeri Sibolga melaksanakan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Deep Learning, dan Koding selama dua hari, 6–7 Februari 2026, sebagai langkah strategis dalam mendukung kebijakan pendidikan madrasah sesuai Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan MAN Sibolga dan diikuti oleh guru serta jajaran pengelola madrasah.

MAN Sibolga Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta, Deep Learning, dan Koding

MAN Sibolga Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta, Deep Learning, dan Koding



Sibolga (Humas) — Madrasah Aliyah Negeri Sibolga melaksanakan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Deep Learning, dan Koding selama dua hari, 6–7 Februari 2026, sebagai langkah strategis dalam mendukung kebijakan pendidikan madrasah sesuai Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan MAN Sibolga dan diikuti oleh guru serta jajaran pengelola madrasah.

Workshop ini menjadi bentuk nyata komitmen MAN Sibolga dalam menjalankan program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan transformasi pembelajaran yang lebih bermakna, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman. MAN Sibolga terus berupaya menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga membangun karakter serta kompetensi abad 21 bagi peserta didik.

Kegiatan workshop menghadirkan narasumber dari Tim Kurikulum Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, dengan pemateri utama Ketua Tim Kerja Kurikulum Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumut, Syawaluddin Matondang. Kehadiran tim kurikulum Kanwil menjadi penguatan langsung bagi MAN Sibolga dalam memahami arah kebijakan kurikulum terbaru sekaligus menerjemahkannya ke dalam implementasi pembelajaran di kelas.

Kepala MAN Sibolg, Nurul Oktaviana Mekawati dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan workshop selama dua hari ini merupakan agenda penting madrasah untuk memastikan seluruh pendidik memahami kebijakan terbaru dan mampu menerapkannya secara nyata.

“Workshop ini menjadi bagian dari ikhtiar MAN Sibolga untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Kurikulum berbasis cinta, deep learning, dan koding bukan sekadar konsep, tetapi harus menjadi budaya baru di madrasah agar pendidikan kita semakin berdampak bagi siswa,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa MAN Sibolga siap bergerak sejalan dengan program Kementerian Agama dalam membangun ekosistem pendidikan yang humanis, berkualitas, dan relevan dengan tantangan era digital.

Dalam pemaparannya, Syawaluddin Matondang menjelaskan bahwa penerapan kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan yang menekankan pendidikan yang mengedepankan nilai kemanusiaan, empati, serta kedekatan guru dan siswa dalam proses belajar.

“Kurikulum berbasis cinta menguatkan pendidikan karakter. Guru bukan hanya menyampaikan materi, tetapi membimbing dengan ketulusan, menciptakan suasana kelas yang nyaman, serta menumbuhkan semangat belajar siswa,” jelas Syawaluddin.

Selain itu, Syawaluddin memaparkan konsep deep learning sebagai pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa memahami materi secara mendalam, kritis, dan reflektif, bukan sekadar menghafal. Menurutnya, pembelajaran harus mampu menghubungkan teori dengan realitas kehidupan, sehingga siswa mampu membangun pemahaman dan menghasilkan solusi.

“Deep learning menuntut siswa berpikir lebih dalam, lebih luas, dan lebih bermakna. Madrasah harus mampu menciptakan proses pembelajaran yang membuat siswa aktif, analitis, serta mampu menyelesaikan masalah,” tambahnya.

Materi workshop juga menekankan pentingnya integrasi koding dan literasi digital sebagai bagian dari penguatan keterampilan abad 21. Syawaluddin menegaskan bahwa penguasaan dasar koding bukan semata untuk membentuk siswa menjadi programmer, tetapi untuk membangun pola pikir logis, kreatif, dan sistematis.

“Koding adalah bagian dari cara berpikir. Ini akan melatih siswa menyusun langkah, berpikir terstruktur, dan kreatif dalam menyelesaikan persoalan. Madrasah harus hadir menyiapkan generasi yang siap menghadapi dunia digital,” tegasnya.

Selama dua hari pelaksanaan, workshop berlangsung aktif dengan sesi diskusi dan penguatan pemahaman guru terkait penyusunan perangkat ajar, strategi implementasi kurikulum, serta penguatan metode pembelajaran yang lebih inovatif. Para guru MAN Sibolga mengikuti kegiatan dengan antusias dan menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai kebijakan terbaru.

Wakil Kepala MAN Sibolga Bidang Kurikulum, Azwan Amin menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas guru serta memastikan kesiapan madrasah dalam menerapkan KMA 1503 Tahun 2025.

“Dengan workshop ini, guru-guru MAN Sibolga semakin memiliki arah yang jelas. Kami berharap implementasi kurikulum ini benar-benar hidup di ruang kelas dan berdampak langsung terhadap karakter dan kompetensi siswa,” ujarnya.

Melalui workshop implementasi kurikulum berbasis cinta, deep learning, dan koding ini, MAN Sibolga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan madrasah, sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam menciptakan madrasah unggul, moderat, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dengan terselenggaranya kegiatan selama dua hari ini, MAN Sibolga berharap seluruh guru dapat mengimplementasikan pembelajaran yang lebih humanis, mendalam, serta berbasis teknologi, sehingga madrasah semakin mampu mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan. (IMS)

Suara Tamu

Tinggalkan Komentar
LINK TERKAIT