MAN Sibolga Galang Doa dan Donasi untuk Korban Gempa NTT

Sibolga (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri Sibolga melaksanakan doa bersama sekaligus pengumpulan donasi bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis pagi (27/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama.

MAN Sibolga Galang Doa dan Donasi untuk Korban Gempa NTT

MAN Sibolga Galang Doa dan Donasi untuk Korban Gempa NTT



Sibolga (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri Sibolga melaksanakan doa bersama sekaligus pengumpulan donasi bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis pagi (27/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama. Pelaksanaan doa bersama dan penggalangan donasi tersebut menjadi bagian dari respons MAN Sibolga terhadap imbauan Kementerian Agama untuk menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Surat pemberitahuan yang menjadi dasar kegiatan memuat ajakan untuk melaksanakan doa bersama serta menggalang donasi bagi korban bencana gempa bumi di NTT.

Bagi MAN Sibolga, kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai agenda kemanusiaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter. Peserta didik diajak untuk memahami bahwa pendidikan di madrasah tidak berhenti pada pencapaian akademik, melainkan juga membentuk kepekaan sosial, kepedulian, solidaritas, dan kesediaan untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.Doa bersama menjadi bagian awal dari kegiatan. Seluruh warga madrasah memanjatkan doa agar masyarakat yang terdampak bencana diberikan kekuatan, keselamatan, ketabahan, serta kemudahan dalam menghadapi kondisi yang terjadi. Suasana berlangsung khidmat, sekaligus menjadi ruang refleksi bagi warga madrasah untuk menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.

Setelah doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pengumpulan donasi. Sumbangan berasal dari seluruh murid dan guru MAN Sibolga. Partisipasi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama. Dari donasi yang berhasil dihimpun, terkumpul dana sebesar Rp2.405.000. Jumlah tersebut merupakan hasil kontribusi warga madrasah yang secara sukarela turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan peserta didik yang telah menunjukkan kepedulian melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, nilai kemanusiaan perlu terus ditanamkan dalam lingkungan pendidikan agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang memiliki empati dan tanggung jawab sosial. “Kegiatan ini menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa ketika saudara-saudara kita mengalami musibah, kita dapat hadir melalui doa dan kepedulian. Mungkin bantuan yang diberikan terlihat sederhana, tetapi ketika dilakukan bersama-sama akan memiliki makna yang besar,” ujarnya.

Nurul menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari pembentukan karakter peserta didik di madrasah. Siswa tidak hanya diarahkan untuk menjadi pribadi yang unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan mampu mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan nyata. Menurutnya, kepedulian terhadap korban bencana juga menjadi bentuk nyata dari pendidikan yang berdampak. Nilai empati, gotong royong, kepedulian, dan solidaritas yang dipelajari peserta didik tidak cukup hanya disampaikan secara teori, tetapi perlu diwujudkan melalui pengalaman langsung. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjadi bagian dari masyarakat berarti memiliki kepedulian terhadap keadaan orang lain. Inilah salah satu nilai yang terus kami bangun melalui pendidikan di MAN Sibolga,” tambahnya.

Penggalangan donasi yang melibatkan seluruh warga madrasah juga memperlihatkan bahwa lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang tumbuhnya gerakan sosial yang positif. Guru memberikan teladan melalui kepedulian, sementara peserta didik belajar mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kegiatan tersebut sejalan dengan semangat program Kementerian Agama dalam menghadirkan madrasah yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga membangun karakter peserta didik yang berakhlak, peduli, moderat, dan memiliki kepedulian sosial. Pendidikan agama dan pendidikan karakter diharapkan dapat berjalan beriringan sehingga menghasilkan generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan, spiritualitas, dan kepedulian kemanusiaan.

Bagi MAN Sibolga, doa dan donasi untuk korban gempa bumi di NTT menjadi pengingat bahwa solidaritas tidak mengenal jarak. Musibah yang terjadi di daerah lain tetap menjadi perhatian bersama karena nilai kemanusiaan mengajarkan setiap orang untuk saling membantu dan menguatkan. Melalui kegiatan ini, MAN Sibolga berharap bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana. Lebih dari itu, madrasah berharap pengalaman tersebut meninggalkan pembelajaran yang kuat bagi peserta didik bahwa kepedulian, empati, dan gotong royong merupakan bagian penting dari karakter generasi yang ingin dibentuk oleh madrasah.

MAN Sibolga akan terus mendorong berbagai kegiatan yang mampu menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata. Sebab bagi madrasah, pendidikan yang bermakna bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang diperoleh siswa, tetapi juga tentang seberapa besar ilmu dan nilai yang dimiliki mampu mendorong mereka menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. (IMS)

Suara Tamu

Tinggalkan Komentar
LINK TERKAIT