MAN Sibolga Bawa Produk Lokal ke Expo Nasional KKMA

Sibolga (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri Sibolga menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi keterampilan dan kewirausahaan peserta didik melalui keikutsertaan pada Expo dan Rapat Kerja Nasional Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Plus Keterampilan Nasional di MAN 1 Lamongan, Jawa Timur, 10–13 September 2026.

MAN Sibolga Bawa Produk Lokal ke Expo Nasional KKMA

MAN Sibolga Bawa Produk Lokal ke Expo Nasional KKMA

Nurul Oktaviana Mekawati (Kepala MAN Sibolga) Saat Mengikuti Expo dan Rapat Kerja Nasional di LamonganNurul Oktaviana Mekawati (Kepala MAN Sibolga) Saat Mengikuti Expo dan Rapat Kerja Nasional di Lamongan


Sibolga (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri Sibolga menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi keterampilan dan kewirausahaan peserta didik melalui keikutsertaan pada Expo dan Rapat Kerja Nasional Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Plus Keterampilan Nasional di MAN 1 Lamongan, Jawa Timur, 10–13 September 2026.

Kegiatan nasional tersebut mengusung tema “Berdaya Saing Global, Berkarakter Lokal”, sebuah tema yang sejalan dengan upaya madrasah dalam mengembangkan pendidikan keterampilan yang tetap berpijak pada potensi dan kearifan lokal. Dalam kegiatan tersebut, Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati, turut berpartisipasi sekaligus membawa sejumlah produk unggulan hasil pengembangan keterampilan di lingkungan MAN Sibolga. Kehadiran MAN Sibolga dalam expo nasional ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi madrasah dari Kota Sibolga kepada jaringan madrasah keterampilan dari berbagai daerah di Indonesia. Produk yang dibawa tidak sekadar menjadi barang yang dipamerkan, tetapi merepresentasikan upaya madrasah dalam menghubungkan pembelajaran keterampilan dengan potensi ekonomi dan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Sejumlah produk khas MAN Sibolga yang ditampilkan dalam expo tersebut antara lain Keripik Sambal Ubi, Keripik Sambal Talas, Sarundeng Remis, Sambal Teri Kacang, dan Virgin Coconut Oil (VCO). Selain produk pangan, MAN Sibolga juga memperkenalkan produk kerajinan berupa gantungan kunci dan bros berbahan limbah kerang. Beragam produk tersebut memperlihatkan bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi. Bahan-bahan yang dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir Sibolga diolah menjadi produk yang memiliki daya tarik lebih luas, sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi peserta didik untuk mengenal proses produksi, kreativitas, pengemasan, hingga peluang pengembangan usaha.

Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Expo dan Rapat Kerja Nasional KKMA Plus Keterampilan Nasional menjadi kesempatan bagi MAN Sibolga untuk memperluas pengalaman sekaligus memperkenalkan potensi madrasah pada tingkat nasional. “Kami ingin menunjukkan bahwa madrasah memiliki potensi yang sangat besar dalam mengembangkan keterampilan dan kewirausahaan berbasis potensi lokal. Produk yang kami bawa berasal dari gagasan dan keterampilan yang dapat dikembangkan di lingkungan madrasah. Harapannya, produk tersebut tidak hanya menjadi karya, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada siswa,” ujarnya.

Menurut Nurul, tema “Berdaya Saing Global, Berkarakter Lokal” memberikan pesan penting bagi madrasah bahwa pengembangan keterampilan tidak harus meninggalkan identitas daerah. Justru, potensi lokal dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan produk yang memiliki daya saing lebih luas. "Karakter lokal merupakan kekuatan. Ketika potensi daerah dikembangkan dengan kreativitas, inovasi, kualitas, dan pengelolaan yang baik, maka produk lokal dapat memiliki nilai dan daya saing yang lebih tinggi. Inilah yang ingin terus kami tumbuhkan di MAN Sibolga,” tambahnya.

Kehadiran produk olahan pangan juga menjadi gambaran bahwa pendidikan keterampilan dapat diarahkan pada pengembangan jiwa kewirausahaan peserta didik. Siswa tidak hanya belajar menghasilkan sebuah produk, tetapi juga dapat memahami bahwa sebuah karya membutuhkan kreativitas, ketekunan, inovasi, serta kemampuan membaca peluang. Sementara itu, pemanfaatan limbah kerang sebagai bahan dasar gantungan kunci dan bros menunjukkan perhatian madrasah terhadap pengelolaan lingkungan. Material yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diolah menjadi kerajinan bernilai guna. Pendekatan tersebut membuka ruang pembelajaran mengenai kreativitas sekaligus pentingnya menjaga lingkungan melalui pemanfaatan kembali bahan yang tersedia di sekitar.

Bagi MAN Sibolga, keterampilan merupakan bagian penting dari pendidikan yang mempersiapkan peserta didik menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah. Kemampuan mengolah bahan, menciptakan produk, bekerja secara kreatif, dan mengenali peluang usaha menjadi bekal yang dapat dikembangkan dalam berbagai bidang. Keikutsertaan dalam forum nasional juga memberikan kesempatan bagi MAN Sibolga untuk belajar dari praktik pengembangan madrasah keterampilan di daerah lain. Pertukaran pengalaman dalam kegiatan expo dan rapat kerja diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi serta memberikan inspirasi bagi pengembangan program keterampilan di MAN Sibolga.

Partisipasi tersebut sekaligus memperkuat posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan keterampilan, kreativitas, kemandirian, dan kewirausahaan peserta didik. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan madrasah agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan dunia yang terus berkembang. Melalui keikutsertaan pada Expo dan Rapat Kerja Nasional KKMA Plus Keterampilan Nasional, MAN Sibolga ingin membawa pesan bahwa potensi lokal memiliki tempat dalam ruang nasional. Keripik berbahan ubi dan talas, olahan remis dan teri, VCO, hingga kerajinan berbahan limbah kerang menjadi representasi kecil dari potensi Kota Sibolga yang dapat dikembangkan melalui pendidikan.

MAN Sibolga akan terus mendorong pengembangan keterampilan berbasis potensi lokal sebagai bagian dari upaya membangun madrasah yang inovatif dan adaptif. Semangat “Berdaya Saing Global, Berkarakter Lokal” diharapkan tidak berhenti pada expo, tetapi menjadi inspirasi untuk terus melahirkan karya-karya baru yang memiliki nilai pendidikan, ekonomi, budaya, dan lingkungan. Dengan membawa karya lokal ke panggung nasional, MAN Sibolga menegaskan bahwa madrasah mampu menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas dan kemandirian generasi muda. Potensi yang ada di sekitar madrasah tidak hanya dipelajari, tetapi diolah menjadi pengalaman, keterampilan, dan karya yang dapat memberikan manfaat lebih luas. (IMS)

Suara Tamu

Tinggalkan Komentar
LINK TERKAIT