Digitalisai Ujian, MAN Sibolga Jadi Sorotan Penmad

Komitmen Madrasah Aliyah Negeri Sibolga dalam mewujudkan transformasi digital di lingkungan pendidikan mendapat perhatian khusus dari Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kementerian Agama Kota Sibolga, Togap Dedianto, yang hadir langsung bersama jajaran untuk melakukan monitoring pelaksanaan Sumatif Akhir Tahun (SAT) di MAN Sibolga, Rabu pagi, 4 Juni 2025.

Sibolga (Humas) - Komitmen Madrasah Aliyah Negeri Sibolga dalam mewujudkan transformasi digital di lingkungan pendidikan mendapat perhatian khusus dari Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kementerian Agama Kota Sibolga, Togap Dedianto, yang hadir langsung bersama jajaran untuk melakukan monitoring pelaksanaan Sumatif Akhir Tahun (SAT) di MAN Sibolga, Rabu pagi, 4 Juni 2025.
Kegiatan monitoring ini menjadi momen penting bagi MAN Sibolga untuk menunjukkan kesiapan dan kesungguhan dalam mengimplementasikan ujian berbasis digital melalui aplikasi Madaris, sebuah platform asesmen terintegrasi yang kini menjadi standar baru dalam pelaksanaan ujian di madrasah.
Didampingi oleh Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati, serta para Wakil Kepala dan Kepala Tata Usaha, rombongan Penmad meninjau langsung ke ruang-ruang ujian yang tersebar di seluruh gedung. Setiap ruang diisi kombinasi siswa kelas X dan XI dengan pengaturan tempat duduk selang-seling untuk menjaga fokus dan integritas ujian.
“Kami menyambut baik kehadiran Kasi Penmad dan tim sebagai bentuk perhatian dan dukungan langsung terhadap proses digitalisasi di madrasah. Monitoring ini menjadi semangat tambahan bagi kami untuk terus melangkah dalam inovasi pendidikan,” ujar Nurul.
Dalam peninjauannya, Togap Dedianto menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan SAT yang berlangsung tertib, rapi, dan sistematis. Ia menggarisbawahi bahwa MAN Sibolga telah menjadi salah satu madrasah pelopor dalam penerapan asesmen digital yang efektif dan efisien di Kota Sibolga.
“Penggunaan aplikasi Madaris di MAN Sibolga telah berjalan sangat baik. Ini bukti bahwa madrasah mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tanpa mengurangi nilai-nilai integritas dalam evaluasi pembelajaran,” ungkap Togap di sela-sela kunjungannya.
Beliau juga berdialog dengan beberapa siswa dan guru pengawas, memastikan bahwa seluruh peserta memahami tata cara ujian digital dan nyaman dengan sistem yang digunakan. Dari sisi teknis, kesiapan perangkat, stabilitas jaringan internet, serta dukungan tim IT internal madrasah dinilai sangat memadai.
Wakil Kepala Madrasah bidang Akademik, Azwan Amin , menjelaskan bahwa seluruh siswa telah dibekali pelatihan dan simulasi penggunaan aplikasi Madaris jauh sebelum ujian berlangsung. Dengan demikian, ujian tidak hanya menjadi ajang evaluasi akademik, tetapi juga sebagai pembelajaran literasi digital yang nyata dan terstruktur.
“Ujian dengan Madaris bukan sekadar memindahkan kertas ke layar. Ini tentang membiasakan siswa berpikir mandiri, jujur, dan terbiasa menggunakan teknologi untuk menyelesaikan masalah,” jelas Julinar.
Selain itu, MAN Sibolga juga mengatur strategi teknis untuk menjaga ketertiban, dengan membagi siswa secara acak dalam satu ruang dari dua jenjang berbeda. Guru pengawas ditempatkan secara bergantian, dan sistem pengerjaan soal dikunci secara otomatis sesuai waktu yang ditentukan.
Salah satu siswa peserta SAT, Abdul Mukti, mengaku ujian digital membuatnya lebih fokus. “Kita bisa langsung membaca soal di layar, mengetik jawaban dengan cepat, dan tidak ribet. Asal sudah terbiasa, malah lebih enak daripada pakai kertas,” ujarnya.
Pelaksanaan SAT ini dijadwalkan berlangsung selama hampir dua pekan ke depan dengan melibatkan seluruh mata pelajaran umum dan keagamaan. Setelah pelaksanaan, seluruh hasil ujian akan dianalisis secara digital dan menjadi dasar dalam penyusunan rapor serta evaluasi pembelajaran tahun ajaran 2024/2025.
Dengan adanya kunjungan monitoring dari Kasi Penmad dan tim, MAN Sibolga semakin mantap dalam melanjutkan proses digitalisasi pendidikan, sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama untuk menghadirkan madrasah yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Transformasi digital bukan sekadar penggunaan aplikasi, tapi cara kita membentuk budaya baru dalam belajar dan menilai. Dan MAN Sibolga siap untuk itu,” tutup Kepala Madrasah penuh optimisme.(IMS)

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT